Tuesday, September 11, 2012

Sejarah Perolehan Medali Indonesia di Olimpiade

Sejak keikutsertaannya di Olimpiade Musim Panas 60 tahun silam, tim kontingen Indonesia telah berhasil mengantongi 25 medali, yang mayoritas disumbang dari cabang bulutangkis dan angkat berat.

Untuk ukuran Asia Tenggara, Indonesia ada di peringkat pertama negara pengumpul medali terbanyak pada ajang Olimpiade Musim Panas. Kemudian diikuti Thailand dengan 21 medali. Tapi jumlah medali emas Indonesia yang ada enam, masih kalah banyak dengan Thailand yang berhasil mengumpulkan tujuh.

Medali Olimpiade pertama Indonesia disumbangkan oleh trio srikandi pemanah, yakni Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani pada Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 1988. Kala itu, tim pemanah putri berhasil menggondol medali perak, setelah tahun-tahun sebelumnya tim merah putih sama sekali belum bisa meraih medali.

Kemenangan Nurfitriyana dan kawan-kawannya menjadi pembuka bagi Indonesia untuk kembali memperoleh medali dalam kompetisi di pesta olahraga multi-cabang terbesar di dunia itu. Pada Olimpiade berikutnya di Spanyol, 1992, kontingen merah-putih berhasil membawa pulang dua medali emas dan dua perak, serta satu perunggu. Semuanya dari cabang bulutangkis.

Para peraih medali itu, Alan Budikusuma dan Susi Susanti meraih medali emas untuk tunggal putra dan tunggal putri. Sementara perak disumbang Ardy Wiranata untuk tunggal putra serta Eddy Hartono dan Rudy Gunawan untuk ganda putra. Medali perunggu diberikan Hermawan Susanto pada tunggal putra.

Pada Olimpiade Atlanta 1996, tim Indonesia kembali membawa pulang empat medali. Lagi-lagi, semuanya dari bulutangkis. Hanya kali ini, Susi Susanti membawa pulang medali perunggu untuk tunggal putri. Ganda pasangan Antonius Ariantho dan Denny Kantoro juga menyumbang medali yang sama. Sedangkan emas disumbang pasangan Rexy Mainaky dan Ricky Subagja pada cabang ganda putra. Sementara perak oleh Mia Audina untuk tunggal putri.

Olimpiade Sydney 2000 merupakan catatan sejarah tersendiri bagi Indonesia. Sepanjang ikut kegiatan tersebut, di Negeri Kanguru inilah Indonesia berhasil membawa pulang medali paling banyak: 1 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu. 

Medali emas disumbang oleh pasangan Tony Gunawan dan Candra Wijaya dari cabang bulutangkis ganda putra. Sedangkan medali perak disumbang pasangan Tri Kusharjanto dan Minarti Timur, Hendrawan, Raema Lisa Rumbawes. Untuk perunggu disumbang oleh Sri Indriyani, Winarni Binti Slamet.

Setelah itu, pada Olimpiade Athena 2004, Yunani, jumlah medali yang dibawa pulang kembali turun, yaitu hanya empat: 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Medali emas disumbang oleh Taufik Hidayat dalam bulutangkis tunggal putra. Sedangkan perak oleh Raema Lisa Rumbawes untuk cabang angkat berat perempuan kelas 53 kg. Perunggu diberikan oleh Sony Dwi Kuncoro serta pasangan Eng Hian dan Flandy Limpele masing-masing pada cabang bulutangkis tunggal putra dan ganda putra.

Pada Olimpiade Beijing 2008, kontingen merah-putih kembali membawa pulang 1 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Emas disumbang pasangan Hendra Setiawan dan Markis Kido untuk cabang bulutangkis ganda putra.

Sedangkan medali perak disumbang pasangan Nova Widianto dan Lilyana Natsir untuk bulutangkis ganda campuran. Medali perunggu disumbangkan oleh Maria Kristin Yulianti, Eko Yuli Irawan, dan Triyatno, yang masing-masing dari cabang bulutangkis tunggal putri, angkat berat pria kelas 56 kg, dan angkat berat pria kelas 62 kg.

Penulis: Abdul Malik | Yahoo! Olahraga


Hasil Kontingen Indonesia Pada Olimpiade London 2012

Hasil yang didapat kontingen Indonesia jauh dari memuaskan, yang bisa dibawa pulang hanya satu perak dan sebiji perunggu. Tak ada medali emas, tak terdengar lagu Indonesia Raya berkumandang -- sebagai sebuah seremoni perayaan bagi atlet Indonesia yang menjadi juara. Dua medali yang diperoleh kontingen Indonesia datang dari angkat besi. Eko Yuli Irawan memperoleh medali perunggu di nomor 62 kg, dan sehari kemudian Triyatno berhasil merebut perak di kelas 69 kg.

Capaian Atlet Indonesia Pada Olimpiade 2012

No
Cabang Olahraga
Atlet
Capaian
1
Panahan
Ika Yuliana Rochmawati
Babak perempat final individual putri
2
Anggar
Diah Permatasari
Babak 32 besar nomor Sabre putri
3
Angkat Besi
Jadi Setiadi
Peringkat lima angkat besi kelas 56 kg putra
4
Angkat Besi
Eko Yuli Irawan
Perunggu angkat besi kelas 62 kg putra
5
Angkat Besi
Triyatno
Perak angkat besi 69 kg putra
6
Angkat Besi
Muhammad Hasbi
Peringkat 7 angkat besi kelas 62 kg
7
Angkat Besi
Deni
Peringkat 12 kelas 69 kg putra
8
Angkat Besi
Citra Febrianti
Peringkat empat kelas 53 kg putri
9
Renang
I Gede Sudartawa
Peringkat tujuh babak kualifikasi gaya punggung 100 meter putra
10
Atletik
Fernando Lumain
Peringkat 8 babak 1, nomor 100 meter putra
11
Menembak
Diaz Kusumawardani
Peringkat 55 nomor 10 meter air rifle putri
12
Judo
Putu Wiradamungga
Babak 32 besar kelas di bawah 81 kg putra
13
Bulutangkis
Taufik Hidayat
Babak 16 besar tunggal putra
14
Bulutangkis
Simon Santoso
Babak 16 besar tunggal putra
15
Bulutangkis
Tontowi Ahmad/Liliyanan Natsir
Peringkat 4 ganda campuran
16
Bulutangkis
Mohammad Ahsan/Bona Septano
Perempat final ganda putra
17
Bulutangkis
Adriyanti Firdasari
Babak 16 besar tungga putri
18
Bulutangkis
Meiliana Jauhari/Greysia Polii
Diskualifikasi
 
Tanpa medali emas merupakan perolehan terburuk Indonesia di Olimpiade dalam 20 tahun terakhir. Tepat 20 tahun lalu, di Barcelona 1992, Susi Susanti dan Alan Budikusuma untuk kali pertama membuat bendera merah putih berkibar di ajang Olimpiade dan lagu Indonesia Raya terdengar setelah memenangi nomor tunggal putra dan putri. Dari situ, sebuah tradisi emas Olimpiade mulai terbangun.

Masing-masing melalui Rexy Mainaky/Ricky Subagja (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), Taufik Hidayat (2004) dan Hendra Setiawan/Markis Kido (2008), Indonesia selalu bisa meraih emas. Semua berakhir tahun ini, di Olimpiade 2012, di mana bahkan tak satupun pebulutangkis Indonesia menembus babak final.

Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyanan Natsir yang jadi andalan utama meraih emas terhenti di semifinal. Duo Mohammad Ahsan/Bona Septano gugur di perempatfinal, sementara Taufik Hidayat dan Simon Santoso yang berjuang di nomor tunggal sudah out sejak babak 16 besar.

Serangkaian kegagalan tersebut kemudian diperburuk dengan sebuah kejadian yang berbuntut didiskualifikasinya pasangan ganda putri Indonesia. Saat cabang bulutangkis Olimpiade akhirnya tuntas digelar pada Minggu 5 Agustus 2012, Indonesia tidak memperoleh satupun medali, kalah oleh India dan Malaysia, terlebih China yang menyapu bersih emas.
Penulis: Banteng Pringgodani
(sumber

No comments:

Post a Comment

Komentar Anda

Harga Wajar Saham

Perhitungan 6 April 2023 Disclaimer ON  *Data EPS (TTM) Q4 - 2022 Keputusan Jual/Beli ada di tangan Anda Masing-Masing. Murah atau lagi disk...